Martabat Suluk Versi Ibnu Arabi

Kemudian ketahuilah bahwa martabat suluk kepada kedudukan muluk itu ada tiga; Islam, Iman, dan Ihsan. Maka Islam adalah permulaan martabat agama karena untuk seluruh mukmin. Lalu, Iman adalah permulaan tangga hati khusus bagi para mukmin. Kemudian, Ihsan adalah permulaan kenaikan (mi’rāj) ruh khusus bagi para muqarabīn. Dan sungguh Rasulullah saw telah menjelaskan hal itu dalam hadis sahih yang masyhur, salah satunya adalah yang diriwayatkan oleh Umar (bin Khattāb) ra, berkata Umar ra: “Ketika kami duduk dekat Rasulullah saw pada suatu hari, maka sekonyong-konyong nampaklah pada kami seorang lelaki yang memakai pakaian yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tak terlihat padanya tanda-tanda perjalanan dan tak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya, maka duduklah dia di hadapan Nabi saw, lalu disandarkanlah lututnya pada lutut Nabi dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi, kemudian berkata: “Wahai Muhammad, terangkanlah padaku tentang Islam!” Maka Rasulullah saw menjawab: “Islam yaitu hendakalah  engkau bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah. Dan hendaklah engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, hendaklah engkau berpuasa pada bulan Ramadhan, hendaklah engkau mengerjakan hajji ke Baitullah jika engkau kuasa menjalaninya.” Dia berkata: “Kamu benar.” Maka kami heran, dia bertanya pada Rasulullah dan dia juga membenarkan jawaban Rasulullah. Dia bertanya lagi: “Jelaskan padaku tentang Iman?” Nabi saw menjawab: “Hendaklah kamu beriman kepada Allah, kepada kitab-kitabNya, kepada utusan-utusanNya, kepada hari kiamat, dan hendaklah kamu beriman kepada Qadar yang baik dan buruk.” Dia berkata: “Kamu benar.” Dia bertanya lagi: “Maka jelaskan kepadaku tentang Ihsan!” Nabi saw menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jikapun engkau tidak dapat melihatNya, maka sesungguhnya Dia meliat engkau”. (Hadis sudah cukup jelas). Rasulullah saw bertanya: “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah yang tadi bertanya?” Jawabku: “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Rasulullah saw berkata: “Dia itu adalah Jibril, Dia datang kepadamu untuk mengajarimu tentang agamamu.”[1]

[1] HR. Imam Muslim, Abu Daud, al-Turmudzi, al-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal. Lihat al-Arba’in Nawawiyah, hadis ke-2 dari 40 kumpulan hadis yang di susun oleh Imam Nawawi. Lihat juga Shahih Muslim, Imam Abul Husain Muslim bin Hajjaj al-Qusyairi Al-Naisaburi, juz I, hlm. 28, hadis ke-8. Dengan lafaz yang berbeda, hadis ini di kutip oleh Ibnu Arabi dalam al-Futūhāt al-Makiyyah, jilid II, hlm. 203; dan jilid VIII, hlm. 203.  

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s