Kisah Sufi

Sebuah kisah sampai padaku (Ibnu Arabi) bahwa Qadhib al-Ban salah seorang pembesar di Mosul (Irak), dia memperlihatkan pada khalayak ramai tentang kegilaan, kesalahan, dan tinggal shalat. Dia memasuki kandang ternak (sapi dan sejenisnya) dan dia tidak menjaga najis, orang-orang berselisih paham tentang sikapnya; sebagian berpendapat bahwa dia benar, dan sebagian yang lain berpendapat bahwa dia sesat (zindiq).

Tidak berapa lama, Kadi (Hakim) Kota (Mosul), pada suatu hari, dari beberapa hari berlangsung, melewati rumah Qadhib al-Ban, secara kebetulan Qadhib al-Ban sedang berada di kandang ternak dan dia kebetulan juga sedang kencing pada kedua kakinya (kencing sambil berdiri). Maka sang Kadi (Hakim) berbicara dalam hati, “Celaka orang yang menjadikanmu sebagai orang yang benar (shidiq).”

Si Kadi tidak melanjutkan pembicaraan hatinya, sehingga Qadhib al-Ban menegurnya, “Ceritakan padaku, apakah kamu meliputi (menguasai) Ilmu Allah?”

Si Kadi menjawab, “Demi Allah, tidak.”

Qadhibil Ban berkata, “Akulah bagian dari itu (ilmu Allah) yang kamu tidak mengetahuinya.”

Kadi menjawab, “Apa pengaruhmu bagiku, jika kamu orang benar (shiddīq) atau orang sesat (zindīq)?”

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s