Judul Asli: Hill al-Rumuz wa Mafatih al-Kunuz

PUSTAKA KERATON CIREBON: PEMBUKA RUMUS DAN KUNCI PERBENDAHARAAN || Kesatuan Wujud (‪Wahdatul Wujud‬) dan Kerajaan Hati

Judul Asli: Hill al-Rumuz wa Mafatih al-Kunuz
Judul Asli: Hill al-Rumuz wa Mafatih al-Kunuz

Tentang Kesatuan Wujud (‪#‎Wahdatul_Wujud‬) dan Kerajaan Hati, Ibnu Arabi berkata:

Barangsiapa yang telah Allah swt bukakan mata kesadarannya dan Allah swt perlihatkan kesamaran rahasia hatinya, maka dia mengerti bahwa tidak ada di dua keberadaan dan dua alam, dari keseluruhan irādah-Nya dari setiap sesuatu, kecuali tergabung menjadi satu (tersukmakan) di dalam lipatan dzat-Nya, dan tersusun dalam kesamaran sifat-Nya. Inilah rahasia sabda Raulullah saw, “Barangsiapa yang mengerti dirinya, sungguh dia telah mengerti Tuhannya.” Dan telah jelas dari rahasia hadis ini sesuatu yang harus dibukakan dan baik untuk disifatkan. Yaitu bahwa Allah swt telah meletakkan ruh yang ruhani di dalam jasad ini yang jasmani, sebagai yang terhalus, ilahiyyah, dan dititipkan di dalam kekasaran dan duniawi, sebagai petunjuk atas keesaan dan ketuhanan.
Kesimpulan dari kesatuan wujud (Wahdatul Wujud) sebagai petunjuk atas keesaan dan ketuhanan itu adalah dari sepuluh sisi.
1. Pertama, bahwa bentuk manusia ini tatkala membutuhkan pengatur dan penggerak, dan ruh ini menggerakkan dan mengaturnya, maka kita menyadari bahwa alam haruslah memiliki penggerak dan pengatur.
2. Kedua, tatkala adanya penggerak jasad itu satu, yakni ruh, maka kita menyadari bahwa pengatur alam ini adalah satu, tidak ada sekutu baginya dalam pengaturan dan penetapan alam. Dan hal yang tidak mungkin Dia memiliki sekutu dalam kekuasaan-Nya. Allah swt berfirman, “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah Pemilik ‘Arsy dari yang mereka sifatkan.” Dan Allah swt berfirman, “Katakanlah: “Jikalau ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.” Dan Allah swt berfirman, “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari yang mereka sifatkan itu.”
3. Ketiga, ketika adanya jasad tidak mampu bergerak kecuali dengan kehendak ruh dan dorongan terhadap jasad, maka kami mengerti bahwa sesungguhnya Allah swt penggerak terhadap segala keberadaan di semesta alam. Tidak ada gerakan baik atau buruk selain dengan kepastian, kehendak, dan ketetapan-Nya.
4. Keempat, ketika sesuatu di dalam jasad tidak dapat bergerak kecuali dengan pengetahuan ruh dan perasaan ruh terhadp jasad, dan sesuatu tidak samar bagi ruh dari gerakan dan diamnya jasad, maka kami mengerti bahwa tidak samar bagi Allah swt sesuatu seberat biji sawi pun di bumi dan di langit.
5. Kelima, ketika adanya jasad ini, tidak ada sesuatu pun di dalam jasad yang terdekat dengan ruh dari sesuatu apa saja, bahkan ruh sangat dekat di dalam jasad pada tiap sesuatu, maka kami mengerti bahwa Allah swt sangat dekat pada seluruh sesuatu, karena tidak ada sesuatu pun yang terdekat dengan sesuatu apa saja, dan tidak ada sesuatu pun yang lebih jauh dari Allah swt dari sesuatu apa saja, bukan dalam arti kedekatan jarak, karena Allah swt Maha Suci dari semua itu.
6. Keenam, ketika adanya ruh wujud terlebih dahulu sebelum wujudnya jasad, dan masih tetap ada setelah setelah kemusnahan jasad, maka kami mengerti bahwa Allah swt ada sebelum adanya seluruh makhluk-Nya, dan selalu ada setelah kehancuran makhluk-Nya, selalu ada dan tidak bergeser, Maha Suci Allah dari ketergeseran.
7. Ketujuh, ketika adanya ruh di dalam jasad tidak dapat dikenali seperti apa adanya, maka kami mengerti bahwa Allah swt Maha Suci dari segala keadaan.
8. Kedelapan, ketika adanya ruh didalam jasad tidak dapat diketahui keadaan dan keberadaannya, maka kami mengerti bahwa Allah swt Maha Suci dari keadaan dan keberadaan. Maka Allah swt tidak dapat disifati dengan ‘di mana’dan ‘seperti apa’, bahkan ruh berada dalam seluruh jasad, tak ada sedikitpun badan yang tanpa ruh. Maka seperti itulah al-Haq, Allah swt, berada pada tiap tempat, tak ada sesuatu pun yang tanpa Allah swt, dan Maha Suci Allah swt dari tempat dan waktu.
9. Kesembilan, ketika adanya ruh bersifatan dengan sifat ketuhanan, dari sifat salbiyah, sifat yang terpisah dari dzat, seperti ‘Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan’, tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak mati, maka seperti Allah swt disifati dengan sifat-sifat tersebut.
10. Kesepuluh, ketika adanya ruh di dalam jasad tidak dapat tersentuh dan teraba, maka kami mengerti bahwa Allah swt Maha Suci dari sentuhan dan rabaan. Kesebelas, ketika adanya ruh di dalam jasad tidak dapat ditemukan oleh pandangan mata dan tidak bisa dibentuk dengan gambar, maka kami mengerti bahwa Allah swt tidap dapat ditemukan oleh pandangan mata dan tidak dapat dirupakan dengan gambar dan pikiran, dan tidak boleh diserupakan dengan matahari dan bulan. Dan bahwa sesungguhnya “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.” Inilah makna sabda Rasulullah saw, “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka sungguh dia mengenal Tuhannya.”
Maka berbahagialah orang yang mengenal dirinya dan mengakui dosanya, dan di dalam hadis ini ada tafsir lain, yaitu kamu mengenali bahwa sifat-sifat nafsumu sangatlah berlawanan dengan sifat-sifat Tuhanmu, maka barangsiapa yang mengenali dirinya dengan sifat penghambaan, maka sungguh dia telah mengenal Tuhannya dengan sifat ketuhanan. Dan barangsiapa yang mengenal dirinya dengan kemusnahan, maka sungguh dia telah mengenal Tuhannya dengan kekekalan. Dan barangsiapa yang mengenal dirinya dengan kedurhakaan dan kesalahan, maka sungguh dia telah mengenal Tuhannya dengan ketepatan janji dan kedermawanan. Dan barangsiapa yang mengenal dirinya sebagaimana adanya, maka sungguh dia telah mengenal Tuhannya sebagimana diri-Nya.

Itu ada di buku PUSTAKA KERATON CIREBON: PEMBUKA RUMUS DAN KUNCI PERBENDAHARAAN, karya Ibu ARabi

Harga buku Rp. 150.000,- (sdh ongkir), 714 halaman, HVS, BW, DILENGKAPI DENGAN TRANSLITERASI TEKS ASLI DAN PHOTO NASKAH ASLINYA.

Pembayaran:
BANK: BRI Gunungjati Cirebon
NOREK: 0406 – 01 – 000 – 966 – 533
AN: Muhamad Mukhtar Zaedin

Kemudian beritahu saya bukti transfer nya, selanjutnya beri tahu saya alamat kirim yg dikehendaki

Kontak Person Muhamad Mukhtar Zaedin:
HP: 081911312907
WA/LINE: 081322990419
BBM: 538c41dc

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s