Makna Simbolik Batik Keraton Cirebon: Pendahulusan dan Teori

BATIK CBN

Batik bukanlah merupakan produk budaya yang seketika ada. Namun mempunyai sejarah yang panjang pada proses pembentukannya sehingga muncul dalam bentuknya dewasa ini. Makna atau arti dari suatu ragam hias tidak mudah untuk diterangkan dengan kata-kata. Seorang seniman yang memakai suatu ragam hias, kerap kali berbuat begitu saja tanpa mengetahui artinya, karena memang seniman tersebut mempelajari seni tersebut dari gurunya, begitu saja tanpa mengetahui maknanya. Jika kita hendak mengerti tentang makna simbolik dari suatu produk seni budaya, maka kita harus menelusurinya kembali jauh dalam sejarah, bahkan harus tiba di zaman prasejarah.[i] Kita harus mempelajari pengaruh-pengaruh terpenting dari zaman sejarah dan zaman prasejarah yang membentuk seni budaya  Indonesia.

Menurut A.N.J. Th. van der Hoop.(1949), para seniman Indonesia sekarang harus mempelajari jiwa dan arti seni yang lebih kuno, tetapi mereka harus mencari jalan baru sendiri.

Jika dilihat dari ragam hiasnya, motif batik Indonesia banyak bersumber dari seni hias zaman prasejarah seperti ragam hias geometrik dan ragam hias perlambangan. Penerapan ornamen dengan berbagai motif geometrik pada batik tidak banyak bedanya dengan pola ornamen pada hiasan perumahan dan benda kerajinan di daerah pedalaman. Pola ornamen ini selalu menjadi ciri dasar dan selalu berulang pada karya seni rupa tradisional di daerah[ii].

Ternyata kesenian yang dianggap primitif dari zaman prasejarah justru mempunyai kekuatan batin dan dasar-dasar rohani, yang tidak terdapat pada bentuk-bentuk seni yang lebih sempurna pada zaman berikutnya. Dalam seni budaya primitif, arti ragam hias lebih penting bila dibandingkan dengan seni budaya mutakhir, yang lebih mengutamakan keindahan/ (estetika) belaka. Kalau kita mempelajari ragam hias dari berbagai bangsa dan dari berbagai zaman, maka kita akan merasa kagum melihat penyebaran secara luas menurut tempat dan waktu dengan ragam hias yang sama. Mengapa dengan ragam hias yang sama, bisa terdapat pada daerah yang sangat berjauhan serta rentang waktu yang sangat berbeda?

Ada tiga teori yang mungkin bisa menjawab tentang penyebaran ragam hias di berbagai benua :

  1. Teori Difusi (Diffusion Theory) menunjukan bahwa penyebaran ragam hias berasal dari satu pusat/daerah tertentu ke berbagai benua, sehingga ragam hias di berbagai benua tersebut mempunyai kesamaan atau kemiripan. Namun teori ini menemui banyak sanggahan untuk bisa diterima.
  2. Teori yang kedua berasal dari seorang ahli berbangsa Jerman bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 M) yang menyatakan bahwa persamaan ragam hias di berbagai negeri yang berjauhan letaknya (paralelisme) karena pada dasarnya jiwa manusia di mana-mana adalah sama pula. Teori ini dinamakan Elementargedenken.
  3. Teori ketiga dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dari sudut ilmu jiwa yang memperkuat teori kedua. Ia mengatakan bahwa selalu munculnya lagi lambang yang sama adalah akibat dari archetypen yang terletak jauh di dalam alam bawah sadar tiap-tiap diri manusia.

[i] Batik termasuk jenis seni klasik, maka pengetahuan tentang ornamen dan desain hiasan batik dan arti perlambangan dari motif hias dituntut bagi seorang pembatik. Tuntutan itu diperlukan agar nilai perlambangan yang ada pada setiap hiasan tidak lenyap. Demikian pula tata warna pada batik klasik tidak dapat sembarangan diubah karena setiap warna yang tampil mempunyai pula arti perlambangan. Arti perlambangan dari hiasan batik, ada yang tampil pada ragam hias geometrik secara murni di samping ragam hias yang bersifat geometrik dari hasil rekaan bentuk-bentuk organik. Lihat, Wiyoso Yudoseputro, Jejak-jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia  Lama (Jakarta: Yayasan Seni Visual Indonesia, 2008),  hlm. 217.

[ii] Ibid., hlm. 216.

Harga buku Rp. 300.000,- (sdh ongkir), 294 halaman, HVS, FC

Pembayaran:

BANK: BRI Gunungjati Cirebon

NOREK: 0406 – 01 – 000 – 966 – 533

AN: Muhamad Mukhtar Zaedin

Kemudian beritahu saya bukti transfer nya, selanjutnya beri tahu saya alamat kirim yg dikehendaki

Kontak Person Muhamad Mukhtar Zaedin:

HP: 081911312907

WA/LINE: 081322990419

BBM: 538c41dc

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s