Prabu Liman Sonjaya

Prabu Liman Sonjaya bertujuan mencari perempuan yang bernama Sri Bedaya Kuta Waringin. Prabu Liman Sonjaya ditugaskan oleh ibnunya, Sri Sunda Larang, untuk mengoreksi azimat di Negara Cirebon.  Sri Ayu Sunda Larang mempunyai azimat yang Perahu Siyang Kencana Emas Perahu Siyang Samelar dari bumi Pakuan Pajajaran, Srang Tanah Saketi Gunung Kumpai Palabuhan. Prabu Liman Sonjaya membawa perahu azimat itu yang bernama Perahu Siyang Samelar Perahu Sigareyotan dari Burung Ujung Batawi. Sampai Kali Pekik Ujung Tangkil tiba-tiba labuh jangkar. Disitulah Prabu Liman Sonjaya menanyakan Negara Cirebon. Setelah dapt keputusan bahwa negara Cirebon Itu satangkerok godong kelor, katutup godong plending, wis ora karungu, wis ora katon. Maka samapai kapan pun tidak ada penampoakan dan tidak ada yangh tahu negara Cirebon.

Karena tidak menemukan negara Cirebon, Prabu Liman Sonjaya akhirnya pulang kembali ke Kali Pekik Ujujg Tangkil dengan menggunakan jalan darat., hanya saja Prabu Liman Sonjaya mendengra pengumuman tentang azimat di Negara Cirebon bahwa azimat itu semua ada di Negara Cirebon tapi azimat ada yang ngaku dari negara-negara lain. 1. CincinAmpal dari Gunung Merapi; 2. Gong Sakati dari Kamarang, Greged; 3. Kendi Partula dan Batu Sagandu dari Talaga; 4. Pendil, Bende Bareng, Piring Panjang, yang ngaku Gunung Cangak, SangHyang Bango; 5. Baju Si Dewa Mulya dari Nyi Endang dari Tangkuban Perahu, dan setrusnya.

Setelah tahu azimat-azimat Cirebon itu Prabu Liman Sonjaya meneruskan perjalanan membawa Siyang Samelar sampai ke Nagara Parakan Wayangan. Perahu itu dipulangkan ke negara asal. Karena Prabu Liman Sonjaya merasa sudah lelah membawa perahu dengan jalur darat, akhirnya Prabu Liman Sonjaya menendang perahu itu, hanya saja perahu itu jatuh di bawahan Malahayu, di bawah Gunung Kendeng. Perahu jatuhnya nagkub, sehingga menjadi Gunung Tangkuban Perahu denga kepastian dan takdir Allah swt (dingin pinasti anayar pinanggih). Hanya saja perahu yang sudah menjadi Gunung itu kelak akan kembali pulang ke Negara asalnya, Pakuan Pajajaran, setelah Lebak Sanghyang Kendit tembus kebawahan Malahayu.

Prabu Liman Sonjaya pergi ke Negara Kutawaringin untuk mencari pendamping hidup. Di negra Kutawaringin Prabu Liman Sonjaya bertemu dengan Ratu Sri Badaya Kutawaringin yang bernama Nyai Kajaksan. Mereka berdua pun akhirnya menikah dan menjadi penguasa di Negara Kutawaringin, Luragung, Kuningan. Kelak Prabu Liman Sonjaya akan punya julukan menjadi Guru Dewata Mantri Anom Prabu Bengker Pakuan. 

 

Dari Kecapi Sejarah, disarikan oleh Muhamad Mukhtar Zaedin

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s