Prabu Bentang Ayunan (Asal-usul Waruduwur, Kanci Cirebon)

GambarGambarGambar

GambarGambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Prabu Bentang Ayunan Dewi Tunjung Biru merupakan wanita yang teramat cantik dan menarik hati para pangeran dari seluruh negara. Karena banyaknya para kesatria yang datang melamar dan tidak sesuai dengan keinginan dirinya, akhirnya Prabu Bentang Ayunan Dewi Tunjung Biru membuat sebuah syaimbara dan disebarkan kepad dua puluh lima negra (selawe negara) untuk mencari lelaki pujaan dan idolanya yang sesuai dengan kriteria dan syarat yang telah dipersiapkan.

Ada seorang kesatria yang bernama Dipati Paminggir Sagara. Dia menyanggupi permintaan dan syarat yang telah ditetapkan oleh Prabu Bentang Ayunan Dewi Tunjung Biru berupa tujuh perahu yang berisi penuh harta yang berbeda-beda pada setiap muatan kapalnya. Harta yang berbeda-beda sebanyak tujuh kapal harus dihadirkan kepada Prabu Bentang Ayunan dalam jangka waktu tiga bukan tiga hari. Semua permintaan dan syarat itu dipenuhi oleh Dipati Paminggir Sagara. Dengan penuh keyakinan Dipati Paminggir Sagara pamit kepada Prabu Bentang Ayunan untuk mengambil semua harta yang dimintanya dan dalam waktu yang disyaratkannya sebagai mas kawin dalam pernikahannya nanti.

Dipati Paminggir Sagara pergi ke Negara Tegal Lempuyang untuk mengambil harta karun yang terpendam didalamnya untuk memenuhi permintaan dari Prabu Bentang Ayunan dengan cara smedi sinuku tunggal, bermunajat kepada Hyang Murba Wisesa. Dalam tapanya, Dipati Paminggir sagara mendapatkan wangsit bahwa harta tersebut akan didapatkan dalam waktu tiga bulan sepuluh hari.  

Raden Sarip Ali dari tanah Buntet pun tertarik dengan kecantikan anak Prabu Bentang Ayunan, Dewi Tunjung Biru, dan melamarnya dengan membawa berbagai lamaran lengkap diiringi dengan bala tentara yang banyak. Raden Sarip Ali diterima lamarannya oleh Prabu Bentang Ayunan yang kemudian diberitahukan kepada Dewi Tunjung Biru. Sontak Dewi Tunjung Biru kaget dengan sikap ayahnya, Prabu Bentang Ayunan, yang telah menerima lamaran Raden Sarip Ali, karena dia merasa masih punya perjanjian dengan Adipati Paminggir Sagara yang belum diputuskan dan waktu yang telah dijanjikan baru saja selesai. Dengan diterimanya lamaran itu, maka Negara Ujung Kanci daerah Prabu Bentang Ayunan bertahta membuat sebuah acara besar pesta pernikahan dengan tetabuhan hingga mencapai delapan gedung. Rakyat Negara Ujung Kanci suka cita menyambut pesta acara pernikahan anak raja mereka Dewi Tunjung Biru dengan Raden Sarip Ali.  

Sementara itu Dipati Paminggir Sagara yang sedang semedi sinuku tunggal yang bertapa di Patapan Waruduwur membuka matanya untuk mengakhiri tapa. Di hadapan Dipati Paminggir Sagara  sudah tersedia harta sebanayak yang diminta oleh Dewi Tunjung Biru sebanayak muatan penuh tujuh perahu. Sayangnya permintaan itu tidak pada waktu yang telah dijanjikan. Dipati Paminggir Sagara tidak bisa memenuhi permintaan Prabu Bentang Ayunan dengan tepat waktu lebih sekitar satu minggu. Dipati Paminggir Sagara datang untuk menyerahkan permintaan Dewi Tunjung Biru dengan membawa sebanyak tujuh perahu penuh muatan harta benda yang berbeda dari masing-masing kapalnya.

Setibanya Dipati Paminggir Sagara di Negara Ujung Kanci yang sedang melaksanakan upacara besar-besaran pernikahan Dewi Tunujung Biru dan Raden Sarip Ali, Dipati Paminggir Sagara tiba dengan membawa serta muatan penuh tujuh perahu dengan isi yang berbeda. Dipati Paminggir Sagara ditolak karena waktu yang telah ditentukan tidak dapat dipenuhi bahkan lebih tujuh hari. Dengan ditolaknya lamaran Dipati Paminggir Sagara oleh Dewi Tunjung Biru, maka Dipati Paminggir Sagara melakukan perlawanan dan tuntutan kepada Prabu Bentang Ayunan dan terjadilah perang antara keduanya.

 

Disarikan dari Kecapi Sejarah oleh Muhamad Mukhtar Zaedin

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s