Lahirnya Sang Dewa Lutung

Awalnya Ratu Bungsu Kalana Jaya ditolak oleh putri Blengi Larang dan putri Blengi Wangi. Karena merasa ditilak, sehingga dia pulang. Di tengah perjalanan pulang, dia bertemu dengan putri Bungsu Bagandan Sari, putri turunan dewa. Pertemuan antara Ratu Bungsu Kelana Jaya dan putri Bungsu Nagandan Sari itu terjadi di tengah hutan yang sedang memelihara ternak berbagai ternak yang banyaknya 100 jenis hewan ternak yang satu jenis masing ada 100 ekor. Hewan ternak peliharaan itu milik Blengi Larang dan Blengi Wangi yang pernah menolak lamaran Ratu Bungsu Kelana Jaya. Ratu Bungsu Kelana Jaya akhirnya ikut dengan Si Bungsu Bagandan Sari untuk mengurus berbagai ternak yang diurusi Bungsu Bagandan Sari. Akan tetapi, Ratu Bungsu Kalana Jaya tidak tahu bahwa berbaga ternak yang mencapai 100 jenis  yang masing-masing jenis mencapa sebanyak 100 ekor.

Akhirnya Ratu Bungsu Kelana Jaya yang sedang berada di hutan ketahuan oleh masyarakat Pakdungduman, Tanah Sindang, Lemah Abang. Masyarakat berebutan ingin tahu bahwa di hutan Si Bungsu Bagandan Sari mempunyai bujang/pembantu seorang lelaki yang ganteng dan kasep yang bernama Ratu Bungsu Kelana Jaya. Akhirnya kejadian itu di ketahui oleh Blengi Larang dan Blenhgi Wangi dan keduanya marah sama Si Bungsu Bagandan Sari. Akhirnya SI Bunghsu Bagadnadan Sari di perangi oleh Ble gi Larang dan Blengi Wangi karena merasa dihina. Blengi Larang dan Blengi Wani alkhirnya mengadu sama kakaknya yang bernama Masriya dan Ratu Haji sehingga terjadilah peperanganm anatara Ratu Bungsu Kelana Jaya dan Masriya dan Ratu Haji. Perang campuh hingga datang ke Tanggul Genggong Cihaul, Kuningan.

Sednag perang campuh di Genggong Cihaur ada di lihat oleh para dewa. Para Dewa merasa kasihan kepada Ratu Bungsu Kelana Jaya biarpun perang luputan taun takeran windu tidak akan ada yang kalah dan menang. Akhirnya para Dewa mupuh bayuh Ratu Bungsu Kelana Jaya dan Ratu Bungsu Kelana Jaya akhirnya kalah dan diserahkan ke Buta Raksasa yang bernama Buta Kalajangga. Ratu Bungsu Kelana Jaya dalam perut Buta Kalajangga menghancurkan seluruh isi perut Buta Kalajangga sehingga Buta Kalajangga mati. Ratu Bungsu Kelana Jaya lalu kelura dari iga wekas Buta Kala Jangga dan berangkat ke Sorga Loka untuk menemui para Dewa untuk memprotes prilaku Dewa mempupuh bayu dirinya. Ratu Bungsu Kelana Jaya disureuh pulang okleh para Dewa ke Buana Panca Tengah, Dunia, Negara Pakdungduman, Sindang Lemah Abang untuk meneruskan perang. Ratu Bungsu Kelana Jaya menjawab merasa malu karena telah dimakan oleh Buta Kalajangga.

Ratu Bungsu Kelana Jaya meminta pulang ke Buana Panca Tengah dengan berubah wujud menjadi sebuha tetek/kinang dan diletakkan di Cupu Manik Astagina akhirnya turun ke Buana Panca Tengah dengan jatuh di Tutugan Tampian Sindang Pancuran, Tanah Sindang Lemah Abang. Seteklah diatas batu panuusan (batu tempat berjemur) ada yang melihat Cupu Manik Astagina dua putri nammanya Dewi Kancana dan Dewi Kasilir, keduanya berebutan ingin m,enguasai Cupu Manik Astagina. Setelah ada yang mengalah dan Cupu di dapatkan oleh Dewi Kancana alkiornya Cupu itu dibuka ternyata hanya tetek/kinang akhirnya dimakan oleh putri Dewi Kencana hingga mengandung dan lahirlah Sang Dewa Lutung.

 

Disarikan dari Kecapi Sejarah oleh Muhamad Mukhtar Zaedin

Diterbitkan oleh

Muhamad Mukhtar Zaedin

Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s